BROWNIS (NGOBROL WITH NISAA’) #2 FOSMI FH UNS : I WON’T GIVE UP ON YOU

I WON’T GIVE UP ON YOU

BROWNIS (NGOBROL WITH NISAA’) #2 FOSMI FH UNS

Oleh Febry Nurhidayati

Mushola Fathul Hakim FH UNS, 13 Mei 2018

 

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

 

UJIAN. Satu kata yang selalu kita hadapi.

Mengapa sih ujian itu ada ?

Kenapa sih kita diuji terus-terusan ?

 

Alah telah berfirman dalam Surat Al Ankabut ayat 2 dan 3 :

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ (٢)وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ‌ۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَـٰذِبِينَ (٣)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS al-Ankabut [29]: 2-3).

 

 

Dalam ayat diatas sudah jelas bahwa ujian itu sebagai sarana untuk meng-upgrade-kan derajat keimanan kita oleh Allah. Karena segala sesuatu selalu ada ujiannya, seperti contoh simpel dikeseharian kita, apabila kita mau naik ke jenjang yang lebih tinggi (SMA ke Kuliah), kita harus melaksanakan ujian SBMPTN terlebih dahulu agar lolos dan menjadi seorang Mahasiswa.

{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157) }

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. Al-Baqarah: 155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al-Baqarah: 156) Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah: 157)

 

Kita pun perlu meyakini bahwa Allah sudah menguji hambanya sejak dahulu kala, ada sedikit kisah yang dapat kita ambil ibrohnya.

Pada jaman dahulu kala, Nabi Ayub AS diberi musibah oleh Allah, yakni kehilangan seluruh hartanya, diberi musibah penyakit kulit selama 18 tahun lamanya. Namun dengan keadaan seperti itu, beliau sama sekali tidak meminta kesembuhan pada Allah, bahlan ia berdoa “Ya Allah hambaMu ini lagi sakit, tapi sungguh aku sayang padaMu” Doa beliau ini lah yang menjadi bentuk Tawakalnya kepada Allah.

 

Berikut kiat menjadi pribadi yang lebih sabar dalam meghadapi Ujian :

  1. Yakinlah bahwa Allah tidak pernah Tidur, Ia senantiasa mendengarkan doa Hamba-Nya
  2. Sabar dan Syukur, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al Baqarah : 153)
  3. Belajarlah dari samudra Hati,

Kalau kita ingin belajar sabar dan ikhlas, lihatlah samudera, selalu menerima setiap benda yang disapu gelombang, tak peduli apakah membawa kebaikan atau malah mengotori birunya air laut, lalu apakah samudera protes? tidak, bahkan dengan tenang menerima apa yang dihadiahkan kepadanya. Oleh sebab itu, jadikanlah hati sebagai pem-filter terbaik pada setiap prasangka buruk yang ada pada diri kita

 

INGAT, LIFE MUST GO ON !! Allah punya cara tersendiri untu selalu menjawab hambanya yang senantiasa berserah diri pada-Nya

Leave a Comment