ADA APA DENGAN GHOUTA??

Salah satu konflik  yang akhir akhir ini terjadi dan menarik untuk dibahas , serta seharusnya tidak boleh luput dari perhatian umat islam pada khususnya adalah konflik di Ghouta , Suriah. Apalagi dengan adanya pasukan Assad mengabaikan seruan dunia internasional untuk menghentikan pengeboman di Ghouta, Suriah Timur. Dilansir dari yahoo News, warga distrik ghouta di suriah timur, Rabu 21 Februari 2018, merek menunggu ‘’giliran untuk mati’’. Mereka ada di tengah pengeboman terparah oleh pasukan pro-pemerintah di daerah kantong pemberontak yang terkepung di dekat damaskus.

Sedikitnya 23 orang tewas di desa Arbin dan Saqba, dan lebih dari 200 orang lainnya luka-luka dini hari rabu. Ini menambah jumlah korban tewas yang dibantai di Ghouta sejak senin pekan ini. Lembaga pemantau HAM suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris,mengatakan , sedikitnya 296 orang terbunuh di distrik tersebut dalam 3 hari terakhir.

Bahkan PBB  telah mengecam pengeboman yang terjadi di suriah dan mengatakan bahwa tindakan tersebut dapat menjadi  kejahatan  perang karena telah menyerang rumah sakit serta beberpa infrastruktur sipil. Namun pemerintah suriah dan sekutunya Rusia telah mendukung Assad dengan kekuatan udara sejak 2015 dan menyatakan bahwa mereka tidak menargetkan warga sipil. Bahkan mereka juga menyangkal telah menjatuhkan bom dari Helikopter yang penggunanya dilarang oleh PBB.

Seperti dilaporkan Yahoo news pada hari rabu , Bilal Abu Salah (22 tahun ) menyatakan bahwa ‘’kita menunggu giliran kita untuk mati. Ini adalah satu satunya yang bisa saya katakan.” Ghouta Timur sejak 2003 telah terjadi perang antara pasukan Assad dan oposisi , semakin mengkhawatirkn berbagai pihak. Apalagi  setelah mendengar pernyataan dari lembaga bantuan kemanusiaan di Suriah bahwa Ghouta kekurangan pangan, obat-obatan dan kebutuhn dasar lainnya.

Kemana hak asasi manusia dan perlindungan terhadapat manusia termasuk anak-anak dan perempuan pada khususnya yang sering diserukan oleh komunitas internasional perdamaian itu? Mirisnya ternyata tragedi di ghouta ini tidak menggugah organisasi untuk segera bergerak tangkas menghentikan tragedi yang terus berlangsung ini secara tuntas. Hanya melalui simpati dari beberapa negara tetangga berupa bantuan materil mereka dapat bertahan untuk sementara waktu, padahal ternyata masih kurang untuk mencukupi kebutuhan para korban yaitu masih kekurangan untuk makanan serta obat-obatan.

Kenyataan diatas, seharusnya bisa membuka hati kita dan menggugah semangat sebagai umat islam dengan memperbanyak doa demi persatuan para mujahidin, dan alangkah baiknya bisa menggulurkan bantuan untuk para korban di ghouta.

Berdasarkan pada hadist, beliau nabi Muhammad SAW berkata : ‘’tidaklah seorang muslim membiarkan seorang muslim ketika kehormatannya dirampas, harga dirinya dilecehkan, melainkan Allah akan membiarkannya (atau tidak menolongnya ) di waktu dia ingin Allah menolongnya.’’ (HR Ahmad)

Maka dari itu solidaritas kita dengan mereka harus selalu terjaga. Mereka adalah saudara  kita,layaknya satu tubuh. Jika satu bagian sakit maka bagian tubuh yang lain akan merasakan sakit. Satu merasa perih adalah perih bagi yang lainnya.

Leave a Comment